Rinitis Akut


Sinonim Rinitis akut adalah Acute Nasal Catarrh; Acute Coryza; Cold in the Head.  Acute viral nasopharyngitis, atau Acute Coryza, biasanya dikenal sebagai common cold, adalah sangat tinggi penularannya, penyakit infeksi virus dari sistem pernapasan atas, terutama semata disebabkan oleh picornavirus atau coronavirus.
Rinitis akut merupakan infeksi saluran napas atas terutama hidung, umumnya disebabkan oleh virus. Sebagian besar yang mencakup virus, meliputi rhinovirus, Respiratory syncytial viruses (RSV), virus parainfluenza, virus influenza, dan adenovirus.

Epidemiologi
Infeksi saluran pernapasan atas adalah penyakit infeksi paling umum antara dewasa yang mempunyai 2 – 4 kali terinfeksi pernapasan tiap tahun. Anak-anak mungkin punya 6 – 10 colds dalam 1 tahun (dan sampai 12 kali colds dalam 1 tahun untuk anak-anak sekolah). Pada Amerika Serikat,  insiden colds meningkat pada musim gugur dan dingin, dengan infeksi paling terjadi di antara September – April.

Insidensi
Penyakit yang sering terjadi dapat mempunyai dampak yang besar terhadap ekonomi dunia. Perusahaan asuransi dan jawatan kesehatan pemerintah di seluruh dunia menyajikan angka-angka yang cukup mengesankan. Statistik berupa beberapa ratus juta serangan common cold setiap tahunnya di Amerika Serikat dan laporan serupa di berbagai negara lain, di dapat dengan cara melakukan ekstrapolasi angka absensi di sekolah, angkatan bersenjata, dan industri raksasa kokoh. Namun pada mayoritas yang mengarah pada statistik tersebut, diagnosis “common cold” dibuat oleh pasien sendiri dan tidak oleh dokter.

Ras
Tidak ada perbedaan ras dengan yang mudah terpengaruh infeksi atau perjalanan penyakit telah dideskripsikan antara perbedaan ras.

Jenis Kelamin
Beberapa laporan menunjukkan seorang laki-laki lebih banyak infeksi pada anak lebih muda kurang dari 3 tahun, yang berpindah ke seorang wanita lebih banyak pada anak tua kurang dari 3 tahun. Adalah terbukti tidak ada perbedaan ukuran infeksi pada orang dewasa.

Usia
Infeksi rhinovirus ialah paling umum pada anak-anak, dengan berkurangnya angka kejadian yang mendekati orang dewasa. Anak merupakan alat transmisi infeksi, biasanya infeksi melalui ke anggota keluarga setelah kontak virus di TK, fasilitas permainan dan sekolah.

Distribusi Penyakit
Tersebar di seluruh dunia, baik bersifat endemis maupun muncul sebagai KLB (kejadian luar biasa). Di daerah beriklim sedang, insidensi penyakit ini meningkat di musim gugur, musim dingin dan musim semi; di daerah tropis, insidensi penyakit tinggi pada musim hujan. Sebagian besar orang, kecuali mereka yang tinggal di daerah dengan jumlah penduduk sedikit dan terisolasi, bisa terserang satu hingga 6 kali setiap tahunnya. Insidensi penyakit tinggi pada anak-anak di bawah 5 tahun dan akan menurun secara bertahap sesuai dengan bertambahnya umur.

Etiologi
Penyebabnya ialah beberapa jenis virus dan yang paling penting ialah rhinovirus. Virus-virus lainnya adalah myxovirus, virus Coxsackie, dan virus ECHO.1
Rhinovirus, dikenal ada lebih dari 100 serotipe, adalah penyebab commond cold pada orang dewasa; sekitar 20 – 40 % kasus commond cold disebabkan virus ini, terutama pada musim gugur. Sedangkan Coronavirus, seperti 229E, OC43 dan B814 merupakan penyebab sekitar 10 – 15 % dari commond cold dan influenza sebagai penyebab sekitar 10 – 15 % dari commond cold pada orang dewasa; virus ini menonjol pada musim dingin dan awal musim semi, pada saat prevalensi rhinovirus rendah. Virus saluran pernafasan lain juga diketahui dapat menyebabkan commond cold pada orang dewasa. Pada bayi dan anak-anak, virus parainfluenza, Respiratory syncytial viruses (RSV), influenza, adenovirus, enterovirus tertentu dan coronavirus menyebabkan penyakit seperti commond cold. Hampir setengah dari commond cold belum diketahui etiologinya.

Gejala Klinis
Permulaan penyakit ini biasanya tiba-tiba dan ditandai dengan rasa kering, gatal, atau rasa panas di hidung atau nasofaring. Segera timbul menggigil dan malaise, disertai dengan bersin dan ingus encer. Pada saat ini biasanya tidak disertai demam. Sering terasa nyeri kepala ringan atau perasaan penuh di antara kedua mata.
Penyakit ini akan berkembang pesat dalam waktu 48 jam dan ditandai dengan suara serak, mata berair, ingus encer dan berkurang atau hilangnya penciuman dan pengecapan. Gejala yang paling mengganggu pada pasien ini ialah hidung yang tersumbat. Rasa nyeri yang tidak terlalu berat disekitar dahi, mata dan kadang-kadang pipi, berhubungan dengan pembengkakan mukosa hidung.
Perjalanan penyakit common cold dapat bervariasi. Penyakit ini dapat mereda dalam 3-4 hari, tetapi sering terjadi infeksi sekunder oleh bakteri yang mengakibatkan penyakit bertambah 6-8 hari lagi. Jika hal ini terjadi, ingus menjadi berwarna kuning, purulen atau mukopurulen. Sering disertai dengan batuk produktif, karena ingus masuk ke dalam laring. Mukosa sinus ikut terkena dalam reaksi peradangan pada common cold. Ingus purulen dapat terjadi jika diikuti oleh infeksi sekunder bakteri. Vertigo, tuli sementara dan otitis media dapat terjadi jika tuba eustachius tertutup.

Cara Penularan
Diduga melalui kontak langsung atau melalui droplet, yang lebih penting lagi penularan tidak langsung dapat terjadi melalui tangan dan barang-barang yang baru saja terkontaminasi oleh kotoran hidung dan mulut dari orang yang terinfeksi.
Rhinovirus, RSV dan kemungkinan virus-virus lainnya ditularkan melalui tangan yang terkontaminasi dan membawa virus ini ke membran mukosa mata dan hidung.

Patologi
Selama langkah awal, selaput lendir  ialah kering, merah, dan bengkak, yang menyebabkan sumbatan pada hidung dan mewujudkan sulit bernafas; kondisi ini segera diikuti oleh serous atau pengeluaran mucus serous, yang pada akhirnya mungkin menjadi bernanah.
Pemeriksaan mikroskopik terhadap jaringan hidung dan nasofaring menunjukkan edema dan hipersekresi dengan sedikit infiltrasi sel. Dapat ditemukan deskuamasi epitel, khususnya epitel bersilia, seperti yang terjadi pada infeksi influenza. 

Komplikasi
Komplikasinya yaitu dapat mengantarkan ke opportunistic coinfections atau superinfections seperti bronkitis akut, bronkiolitis, croup, pneumonia, sinusitis, dan otitis media. Orang-orang dengan penyakit paru-paru kronik seperti asma dan COPD adalah lebih rentan terjadi. Colds mungkin menyebabkan eksaserbasi akut dari asma, emfisema atau bronkitis kronik.

Diagnosis Banding
  • Influenza
  • Adenovirus
  • Bronchitis
  • Coxsackievirus
  • Infeksi mononucleosis
  • Rinitis alergi
  • Sinusitis akut
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Virus parainfluenza

Diagnosis
Bersin berulang, dengan gejala catarrhal, dinyatakan diagnosis sangat mudah. Kita ingat, bagaimanapun, bahwa gejala catarrhal yang sama ini adalah antara bukti yang pertama campak dan influenza.
Dari anamnesis dapat ditemukan :
  • Rasa panas, kering, dan gatal di hidung atau nasofaring
  • Sneezing (bersin)
  • Rhinorrhea (hidung beringus)
  • Hidung tersumbat
  • Mata berair
  • Adanya demam dan nyeri kepala ringan
Pemeriksaan fisik terhadap pasien pada hari-hari pertama menunjukkan mukosa hidung yang hiperemis tetapi tidak terlalu membengkak. Pada jam-jam pertama mukosa menjadi kering dan kadang-kadang seperti mengkilat. Kemudian mukosa menjadi edem dan mengeluarkan ingus yang encer atau mukoid. Pada keadaan ini mukosa pucat, sembab dan basah menyerupai keadaan alergi. Dianggap alergi bila pada pewarnaan sekret hidung ditemukan banyak eosinofil. Sering tampak kemerahan dan ekskoriasi pada nares anterior.

Penatalaksanaan
Tidak ada terapi spesifik untuk rhinitis akut, selain istirahat dan pemberian obat-obat simtomatik, seperti analgetika, antipiretika dan obat dekongestan. Antibiotik hanya diberikan bila terdapat infeksi sekunder oleh bakteri.
Dekongestan oral mengurangi sekret hidung yang banyak, membuat pasien merasa lebih nyaman, namun tidak menyembuhkan. Tetes hidung efedrin 1 % sangat menolong, bila hidung tersumbat. Oleh karena lisozim dinonaktifkan dalam suasana basa, maka setiap obat hidung harus mempunyai pH asam untuk mencegah terjadinya aktivitas silia dan lisozim. Pemberian obat simtomatik oral sangat efektif dengan diberikan 4 jam sekali, suatu kapsul yang terdiri dari :
  • Efedrin sulfat              0,015 g
  • Pentobarbital               0,015 g
  • Asam asetil salisilat*  0,300 g
*dapat digantikan dengan 300 mg Asetaminofen.
Preparat analgetik-antipiretik dapat meringankan gejala, dimana antipiretik terpilih adalah asetaminofen.

Pencegahan
Tidak ada vaksin efektif melawan colds, dan infeksi tidak  mempertimbangkan imunitas. Pencegahan tergantung kepada :
  • Lebih sering mencuci tangan, terutama sebelum menyentuh wajah.
  • Memperkecil kontak dengan orang-orang yang telah terinfeksi
  • Tidak berbagi sapu tangan, alat makan, atau gelas minum.
  • Menutup mulut ketika batuk dan bersin
  •  
DAFTAR PUSTAKA
  1. Endang M, Retno SW. Infeksi Hidung. Dalam Efianty Soepardi, Nurbaiti Iskandar (ed). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga-Hidung-Tenggorokan, Kepala Dan Leher. Edisi VI. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. 2007 : 139-140.
  2. Ballenger JJ. Hidung Dan Sinus Paranasal. Dalam Staf Ahli Bagian THT RSCM – FKUI (ed). Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala Dan Leher. Edisi XIII. Jakarta : Biarupa Aksara. 1997 : 176, 220-1.
  3. DITJEN PP Dan PL DEPKES RI. Rinitis Virus Akut. Last update : 2005. (Download on Desember 16, 2009 at: http://www.pppl.depkes.go.id/catalogcdc/Wcdef7f523f39a.htm)
  4. 4. Rolla L. Thomas. 1907. Acute Rhinitis. The Eclectic Practice of Medicine. Henriette’s Herbal. Last update : 2009. (Download on Desember 16, 2009 at : http://www.henriettesherbal.com/eclectic/thomas/acute-rhinitis.html)
  5. 5. The Free Dictionary. Common cold. Gale Encyclopedia of Medicine. Last update : 2009. (Download on Desember 16, 2009 at: http://encyclopedia.thefreedictionary.com/Common+cold#endnote_coldorg)
  6. Newlands SD. Nonallergic Rhinitis. In : Bailey’s. Head And Neck Surgery – Otolaryngology. Vol I. 3rd Ed. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. 2001 : p.273-9.
  7. Adams GL, Boies LR, Higler PA. Penyakit-penyakit Radang Rinitis. BOIES Buku Ajar Penyakit Telinga-Hidung-Tenggorokan. Edisi VI. Jakarta : EGC. 1997 : 206-8.
  8. Rajnik Michael. Rhinoviruses. Emedicine From Web MD. Last update : Jun 30, 2008. ((Download on Desember 25, 2009 at: http://emedicine.medscape.com/article/227820-overview)
  9. 9. The Free Dictionary. Rhinitis. Gale Encyclopedia of Medicine. Last update : 2008. (Download on Desember 25, 2009 at: http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/rhinitis)

6 comments:

  1. Great blog right here! Also your web site quite
    a bit up fast! What web host are you the usage of?
    Can I am getting your affiliate link for your host?

    I desire my website loaded up as fast as yours lol
    Also see my web page > servicio de hotmail Correo electrónico

    ReplyDelete
  2. Excellent site you have here.. It's hard to find excellent writing like yours nowadays.
    I really appreciate individuals like you! Take care!!


    Have a look at my web blog: acne treatment

    ReplyDelete
  3. These are games that either appeal to the fun, family side of her
    or her innate desire to control the pathetic life of someone
    else in the case of the Sims. This lady wrapped her own arms
    about my a waist from right behind, curving your ex body to help you my own. Your sweetheart made a substantial show connected with
    dropping so that you can her joints and gasping prefer I'd virtually choked lifespan out of her.


    My blog: phentermine gay fuck viagra

    ReplyDelete
  4. Terimakasih informasinya sangat membantu, semoga yang mengalami penyakit rinitis bisa sembuh.... Cari aja obat rhinitis di apotik biar bisa cepat sembuh

    ReplyDelete